Bertemu Mbah Karl Marx di Pabrik Gula Madukismo

Lokomotif

Lokomotif

Saya berlibur ke Jogjakarta untuk beberapa urusan, cerita tentang liburan di Jogjakarta dapat dilihat di sini serta pada blog bung Evodius.

Mata ini tak sengaja tertumbuk pada sebuah lokomotif kecil yang bertuliskan Lokomotivbau Karl Marx ketika berjalan-jalan ke Pabrik Gula Madukismo, ternyata loko kecil ini adalah locomotif Ns4 buatan tahun 1955 dari Babelsberg Jerman (Timur).

Menurut data di internet lokomotif ini hanya diproduksi 60 buah mulai dari tahun 1954 sampai 1958 dengan nomer seri dimulai dengan angka 250 dan tiga angka nomer urut (misal: 001). Lokomotif ini memakai rel berjarak kecil yang cocok untuk industri dan perkebunan.

Lokomotif yang dikirim ke PG Madukismo, awalnya berjumlah 18 buah (nomer seri 250003 sampai 250020) dan dibuat pada tahun 1955 dan dikirimkan kepada Zucker- und Spiritusfabrik Madukismo, Indonesien, tapi hari itu saya hanya menemukan beberapa dari 18 buah yang dibuat pada 1955.

Lokomotif ini memakai mesin diesel 6 silinder berpendingin air dengan 90 daya kuda, dengan kecepatan maksimum adalah 24km/j dengan lebar wheelbase 900mm dan di pabrik gula digunakan untuk menarik lori tebu dari depan pabrik gula ke dalam untuk dip roses; sedangkan tebu dari lahan diangkut oleh truk.

Pabrik Gula Madukismo sendiri dibangun sejak tahun 1955 dibawah kontraktor Maschinenfabrik Sangerhausen Aktiengesellschaft dari Jerman (Timur) peresmiannya dilakukan pada 28 Mei 1958 oleh Presiden Sukarno dan beroperasi sampai sekarang. Dahulu namanya adalah Pabrik Gula Padokan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda dan kemudian dibumi hanguskan pada perang kemerdekaan.

Tebu yang saya lihat hari itu kecil dan entah berapa rendemen yang akan dihasilkan.

Catatan: Gambar diambil pada tahun 2007


About this entry