Pasar Beringharjo Bagian 1

Sebuah Peringatan

Sebuah Peringatan

Pada Sebuah Lorong

Pada Sebuah Lorong

Pasar Beringharjo ada sejak ratusan tahun dan merupakan salah satu pilar ‘Catur Tunggal’ (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.

Akhir Dari Hari: Menghitung Pendapatan

Akhir Dari Hari: Menghitung Pendapatan

Konon wilayah Pasar Beringharjo mulanya merupakan hutan beringin. Tak lama setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pada tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. kemudian pada tahun 1925, barulah dibuat bangunan permanen. Nama ‘Beringharjo’ sendiri diberikan oleh Hamengku Buwono IX, artinya wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo).

Di dalam pasar sore itu, saya banyak melihat kehidupan, ada melihat jeritan kepiluan akan gempa yang telah berumur satu tahun saat itu, juga kesenangan dalam olahraga dan ada berita kehilangan saudara yang tertempel pada dinding dan tak lupa uang yang sedang dihitung serta penantian akan datangnya pembeli


About this entry