Pasar Gede Harjonagoro

Pasar Gede Harjonagoro

Pasar Gede Harjonagoro


Patroli Polisi

Patroli Polisi


Bangunan ini didesain oleh Thomas Karsten dan selesai pada 1930  diberi nama Pasar Gede Harjonagoro konon katanya karena terdiri dari atap yang besar serta pintu gerbang di bangunan utama terlihat seperti atap singgasana.

Pasar gedhe terdiri dari dua bangunan yang terpisah. Masing masing terdiri dari dua lantai.

Arsitektur Pasar Gede merupakan perpaduan antara gaya Belanda dan gaya tradisional. Pada tahun 1947, Pasar Gede mengalami kerusakan karena agresi Belanda yang kemudian direnovasi kembali pada tahun 1949.  Lagi-lagi pada bulan Oktober 1999 dengan tidak dipilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden Indonesia meski mendapat suara terbanyak, Pasar Gede dibakar oleh amuk massa. Renovasi dengan mempertahankan arsitektur asli dilakukan dan dua tahun kemudian pada penghujung tahun 2001, pasar yang diperbaiki bisa digunakan kembali. Pasar Gede ikut pula memperhatikan keperluan para penyandang cacat dengan dibangunnya prasarana khusus bagi pengguna kursi roda.

Terdapat Pos Polisi di sebelah pintu masuk Pasar Gede dan Satpam serta Kantor Pasar berada di lantai 2


About this entry