Batik

Catatan: sebenarnya seri para professional ini akan ditulis di sini pada suatu saat nanti, karena bahan-bahan untuk seri ini sedang dikumpulkan disela-sela kesibukan saya; akan tetapi karena saya memang haus publisitas dan tak tahu malu, serta agak rai gedhek demi hits/day dari laman ini maka tanpa sungkan saya mendompleng ketenaran Batik, UNESCO, anjuran Presiden untuk memakai batik dan menuliskan batik dengan tambal sulam serta  foto tak seberapa


Besok tanggal 2 Oktober, kita semua dianjurkan oleh presiden kita untuk memakai Batik sebagai sebuah bentuk penghargaan bagi United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO) yang hampir pasti telah menetapkan batik sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia atau UNESCO representative list of intangible cultural heritage of humanity walaupun  sidangnya akan ditutup pada tanggal 2 Oktober besok.

Tiba-tiba saya menjadi terharu biru, melihat batik diakui sebaga warisan budaya. Sebagai sebuah bangsa, kita dapat menyumbangkan pada dunia sebuah budaya untuk diwariskan, benar-benar kita ini sebuah bangsa yang adiluhung; Tiba-tiba lagi (memang hidup saya ini penuh dengan ketiba-tibaan) saya teringat tulisan Goenawan Mohamad di catatan pinggirnya yang menulis tentang selesainya Tembok Besar dan perginya para pekerja.

Mudah-mudahan para pekerja batik yang pernah saya temui dahulu bisa turut bangga dengan adanya pengumuman ini, sebab saya merasa betapa susahnya membuat batik tulis dan saya tak sampai hati untuk menanyakan upah yang diterimanya; mudah-mudahan mereka juga masih bangga, sebab beberapa hari yang lalu saya membaca di majalah berita mingguan TEMPO yang menceritakan kehidupan pembatik kita yang diboyong oleh negara tetangga untuk membatik di sana dan semua kebutuhan hidup dan keluarganya dicukupi.

Sementara kesejahteraan pembatik kita ini agak berbeda saudagarnya; misalnya jika kita melihat bangunan di Laweyan yang memperlihatkan kejayaan dan kemegahan para saudagar sejak dahulu ; walaupun Laweyan hanya diambil sebagai salah satu contoh untuk kesejahteraan, tapi ini berlaku umum di hampir semua tempat.

Semoga sejak tanggal 2 Oktober, batik semakin jaya, terutama Pembatiknya

Pembatik Tulis di Taman Sari - Jogjakarta mengerjakan borongan

Pembatik Tulis di Taman Sari - Jogjakarta mengerjakan borongan

Pembatik Tulis di Taman Sari - Jogjakarta mengerjakan borongan

Pembatik Tulis di Taman Sari - Jogjakarta mengerjakan borongan

Pembatik Tulis di Laweyan - Solo

Pembatik Tulis di Laweyan - Solo

Sentra Batik Laweyan - Solo

Sentra Batik Laweyan - Solo


About this entry