Rest in Peace

Saya selalu tersenyum jika bertemu dia, tanpa pernah tahu siapa namanya terkadang menjulurkan uang recehan jika keadaan di perempatan memungkinkan.

Lelaki paruh baya itu sejak pagi sampai sore akan berada di perempatan, mengatur lalulintas di perempatan Bogor baru serta mengutip uang penumpang pada tiap angkot yang parkir di perempatan,

Mengatur lalulintas adalah terminology yang agak menyesatkan, setidaknya menurut saya; karena dia selalu menahan lalu lintas dengan gerak yang ragu-ragu dan membuat semua yang ada di jalan menjadi ragu-ragu untuk mengerem laju kendaraannya dan konon kabarnya banyak tabrakan terjadi di sana, dan setidaknya ada satu jiwa melayang.

Kemarin lusa, saya melihat sesorang yang lain di perempatan dan spontan saya bertanya pada istri saya mengapa sekarang berbeda orang. Dari istri saya, baru diketahui bahwa si pengatur perempatan telah meninggal.

Selamat jalan!

Foto diambil pada sekitar tahun 2006

This slideshow requires JavaScript.


About this entry